Thursday, April 19, 2007

Islam

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu ( Fushshilat : 30 )".

“Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan saya juga bersaksi bahwa Muhammad saw itu adalah utusan Allah”. Takut dan sedih adalah suatu sikap yang alami pada setiap insan dalam hidup. Ketika insan itu mendapatkan sesuatu dari yang ia inginkan dan ia terima dengan baik dan tulus, itulah yang dinamakan dengan ‘Senang, bahagia’. Tetapi ketika suatu insan dilanda suatu hal yang tidak ia sukai, perasaan, keadaan, dan kenyataan hidup yang berlawanan dengan fitrah keinginannya, sering kali insan itu akan mengeluh dan itulah yang dinamakan dengan ‘Sedih’. Namun kebahagian dan kesedihan itu justru membawa insan itu sendiri ke arah keremangan hidup dan kebimbangan hati.
Islam, adalah suatu agama yang benar dari Sisi Allah swt. Islam, adalah suatu agama yang diakui oleh Allah swt. Namun ketika Islam itu digugat, kenapa kita sebagai Muslim tidak sanggup membela kebenarannya? Apakah kebenaran itu harus didiamkan dan dibiarkan saja terpuruk di dalam hati setiap orang Muslim. Terkubur bersamaan dengan para syuhada yang berjuang di jalan-Nya. Atau, takutkah kita terhadap musuh-musuh-Nya Allah sehingga kita tidak mampu untuk menuturkan hakekat dari kebenaran-Nya? Takutkah kita akan takhluknya kebenaran dengan hujjah hujjah yang dilontarkan mereka musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya? Jangan takut dan jangan pula berkecil hati. Jangan hilang izzah kita hanya karena caci maki mereka. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang orang beriman.
Tidak terasa umur semakin melejit menjerat batang leher kehidupan kita, namun apa yang selama ini telah dapat kita perbuat untuk Islam? Sekian lama kita bernaung dengan title seorang muslim, tiada yang dapat kita lakukan terhadap Islam. Sungguh suatu hal yang telah disia-siakan. Bukalah mata kalian wahai umat nabi Muhammad yang lupa. Bahwasanya kita dalam ‘perang’, perang melawan kebathilan dan keragu-raguan. Sampaikanlah yang hak jika itu benar-benar hak. Dan tolaklah yang bathil itu secara ‘baik’ jika itu memang bathil adanya.

1 comment:

nda purnama anandita said...

kpadmu kami mnymbah dan kpadamu kami mhon prtolgan...itulah intinya